Sabtu, 24 September 2011

jatuh telak

sepertinya sore ini kamu betul betul sukses memukulku jatuh.
terjerembap,
kotor,
basah,
dalam lubang kecil dibawah kerongkonganku.
lubang kecil yang memecah aksara pilu,

pilu,
mengaku jatuh dalam sendi sendimu,
secara telak,

dan jari jari kedinginan ini,
menelanjangi angkuh pada tulisan sore untukmu;

aku merindukanmu,


sembilan belas ku.

(sedikit hujan, secangkir kopi, dan Adelaide Sky by Adithia Sofyan)

Jumat, 23 September 2011

panggung bermain tuhan

biar tuhan yang atur, berapa kali jungkat jungkit ini harus terpental tanah,
biar tuhan yang tau, kemana ayunan ini akan diterbangkan sampai lelah,


biar tuhan yang bawa, kemana perosotan ini menggelinding hingga jengah.



biar tuhan yang tetapkan,
untuk menjatuh cintakan kita, sampai kita kalah.

Sabtu, 17 September 2011

gagu

"mungkin hatimu menjadi frontal saat kau tuliskan pada selembar maya, dan kau bisa membacaku gagu untuk itu."

geli

"coba diam, tarik nafasmu, dan pejamkan mata."
"hmm"
"jadi?"
"apa kamu juga digelitiki sayap kupu kupu seperti ini?"

 

Selasa, 13 September 2011

JATUH

"Jangan terlalu cepat jatuh, sebelum tau landasanmu benar."

mungkin ini terlalu cepat, dan kamu bukan pengolah kata yang tepat,
lalu merapatlah pada lebam lebam peluhku,
dan segala rumit ciptaku,
supaya aku benar benar tau,
aku tidak salah jatuh pada rangkulmu.



gerimis, dan music for sale.