Rabu, 23 Februari 2011

mulutnya berjamur, jariku membusuk. kami kadaluarsa

masih.
sesak.
otak.
sempit.
dibungkam.
wanita picik.
tertawa.
diatas buih otak sempurna.
dan kuota.
yang tidak pernah habis terkikis.
tanpa rasa.
wanita.
menarik tanggal tanggal dalam kalenderku.
menabur cendawa.
menghabisi layar.
meng-kadaluarsa-i aku, sebelum tuhan

Selasa, 22 Februari 2011

halte

satu buah bangku besi panjang,
dengan lima sampai enam dudukan,
dibawah atap seng bocor,
dan lubang lubang penampung becek yang siap diguyur hujan,
juga coretan coretan nakal di tiang tiang penyangga; tempat mereka pernah singgah, untuk kenang kenangan, atau memang karna terkenang

disini,
sekarang beberapa orang datang,
satu orang yang tetap berdiam selama bulanan, tanpa tujuan. yang satu itu, yang terkadang sibuk dengan telefon genggam dan musik beraturan, sepertinya mulai keram.
tetaplah tenang, dibawah atapku lindungi hujan, berbagi kicauan sampai hilang bosan.karna aku tidak menagih kesan.

satu orang, lalu lalang.
dulu dia pernah rutin berkunjung, tapi sekarang sudah mulai jarang. sesekali saja, saat dunia nya sudah monoton, dan jalan jalan sudah bosan ditonton, terkadang ia suka duduk duduk, dan sesekali menggelayut ditiang tiangku, menulis jejaknya di ujung bangku besi.

satu lagi,
aku tidak benar benar kenal. cuma terkadang ia suka bercerita di bawah atap seng ku, atau kadang berkomentar. dan beberapa kali retinanya tertangkap halteku, samar dari jauh jalan persimpangan.

yang ini,
belum berkunjung, belum pernah berteduh dihalteku. yang ini cuma lewat, diujung jalan, memantul di etalase pertokoan diseberang. kadang simpul simpul bibirnya terbang mengitari tiang tiang jalan, dan retina nya beberapa kali mampir di dudukan halte.

halteku.
dengan kursi kursi besi yang mulai dingin.
dan orang orang yang sibuk lalu lalang, tanpa tujuan.
dan bus bus yang tidak mau berhenti.
karna tiket yang sepi, dan halte yang cerewet memilih tiket dibeli

Senin, 14 Februari 2011

day #30 percakapan kantong teh

dari percakapan sore dengan kantong teh, dua sendok krimer, dan 2 sendok gula aren.


kamu sedang jatuh cinta?

lagi lagi,
seperti semesta menghakimi rona merah di pipi.

aku tidak sedang berbunga, atau malu malu merah jambu
aku tidak sedang jatuh cinta, atau malah dimendungi patah hati
aku tidak sedang sedih karna sendiri, atau juga tidak mau berpasangan dengan adam,


ini semua seperti kantong teh melati,
yang segar disesap sendiri, dengan gula rendah kalori,
lalu terkadang bosan, terasa terlalu bening dan butuh dua sendok krimer untuk diaduk, mengisi dan menari dalam rongga mulut 


tapi pada saatnya, kalau bosan ini sudah menjadi penggerogot pikiran,
atau adamku juga butuh dua sendok krimer yang mengisi cangkir melatinya,
aku mau,

mau...
adam yang menerima aku dengan kanvas kanvas ku
dengan bau bensin dan cat belepotan di tangan ku,

menerimaku dengan argumen kritis ku,
dengan diskusi panjang yang membuat bosan

menerimaku dengan lagu lagu dalam daftar putarku,

menerimaku dengan kertas surat kabar yang tertempel menutupi seluruh dinding kamarku,

menerimaku dengan kemeja besar jeans dan sepatu docmart ku

menerima lingkar hitam dibawah mataku,

menerimaku dengan bercangkir cangkir kotor kafein setiap waktu,

menerimaku dengan sajakku,

menerimaku dengan bubuk oregano yang selalu terselip dimasakan masakan kecilku,



menerimaku, seperti aku menerimamu

Minggu, 13 Februari 2011

day #29 pesta kepagian


Pesta kecil dalam kamarku.
Pesta kesiangan untuk aku dan cangkir,
terpaksa paman sore tidak ikut serta meramaikan.
Lihat tamu kecil kita cangkir,
Cupcake coklat dengan selimut kenari panggang,

juga hazelnut panas, tamu tetap beberapa saat lewat.

Dan juga,
Lihat gaun pesta ku hari ini, kemeja tartan kebesaran,
kamu suka cangkir?

Cangkir,
Janji ya padaku,
Jangan pernah tinggalkan aku pesta sendirian,
Balut tawaku dengan bibir keramikmu,
Selimut cerita hangatku dengan gagang cangkirmu yang kedinginan,
Jangan pernah berubah,
Seperti mereka mereka yang sekarang merekah,
Tetaplah jadi teman pesta gadis penuh egois ini
Janji?
Mari lanjutkan dansa kita yang belum selesai

dari aku, 

Sabtu, 12 Februari 2011

day #28 cat cat kesemutan

kepada cat cat yang bertumpuk,
maaf membuat berdebu,
dan kesemutan  menunggu
jangan kawatir,
aku tidak pernah kehabisan ide untuk kalian,
kanvas ku juga selalu siap disapu,
cuma,
memulai kosong kanvas itu keras,
aku harap kalian mengerti,
aku menunggu saja seorang kubistis, menyerahkan padaku, kanvas berisi untu diisi dekoratif,
menunggu,
seorang kubistis, tanpa nama,
tanpa tau siapa,
tanpa tau kapan datangnya,
kelelahan mengisi polos kubus kubusnya

aku menunggu, memenuhi

Jumat, 11 Februari 2011

day #26 dari anak perempuanmu

surat pertama untukmu, pa
senang kan, dapat surat cinta dari anakmu? :p
oh ya, saat membaca ini, aku yakin mama ada disampingmu,
ikut tersenyum geli membaca surat ini,
tolong katakan padanya, bukan berarti aku tidak sayang padanya karna tdk mengiriminya surat,
surat inipun tanpa rencana, tiba tiba saja aku ingin memasukkanmu dalam surat ke 25 ku, papa

tahun ini aku berusia enam belas tahun, maret besok,
enam belas tahun yang panjang, dan rekam memori yang mengendap di otak,
juga aku, yang enam belas tahun menjadi anak perempuanmu.
terima kasih papa,
untuk enam belas tahun yang penuh pelajaran.
pelajaran untuk hidup dengan konsep yang jelas,
kamu yang tdk pernah memaksa ku menjalankan pilihanmu,
karna kamu tahu ajaranmu sdh tertanam & otak ku sudah berpola dan berkonsep kedepan yang jelas untuk hidupku.
pelajaran untuk hidup bersyukur,
berbagi dengan sesama yang kurang membutuhkan.
pelajaran untuk menghormati orang tanpa memandang status,
yang selalu membuat bangga karna kamu tidak pernah menyebut supir, OB, CS, satpam kantor selain 'temanmu',
tanpa memandang jabatanmu dan jabatan mereka, yang menurutku orang lain dalam posisimu pasti gengsi dan merasa tinggi
pelajaran untuk memanfaatkan waktu,
karna aku selalu suka menunggu waktu berlalu, lalu lari terburu buru
pelajaran untuk memandirikan aku,
tidak bergantung pada orang lain, menjadi manusia ikuta ikutan tidak berpendirian.
pelajaran untuk membebaskan aku positif,
tidak menentang saat aku menyisihkan waktu untuk berkutat dengan toko maya,
berjam jam di depan layar laptop untuk menulis
pelajaran untuk tidak konsumtif,
bertuhan pada uang dan barang barang baru untuk suatu kepuasan
kamu yang lebih suka mengejutkan ulang tahun 15ku dengan kotak berisi kamera dibawah selimut,
daripada kotak handphone model terbaru
kamu yang lebih suka menghabiskan uangmu untuk membelikanku roll kanvas dan cat greco,
dan buku buku,
bukan menyenangkanku dengan baju baju yang sedang kuincar,
atau boots yang sedang aku inginkan
bahwa kebahagiaan, bisa didapat tanpa melibatkan uang, selain kita yang menciptakan

seribu cium dan satu jam peluk erat dari aku, disini
terimakasih papa 

day #25 ambisius

simpan aku, disudut matamu
kejar aku, di sempit pupilmu
rekam aku, dalam retinamu

karna mulutmu selalu tidak saat mengangguk, selalu iya saat menggeleng
kunci terus,
sampai akal dan hatimu tergerus,
dan aku tinggal hangus