Tampilkan postingan dengan label #blogproject. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #blogproject. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

menetaplah


pagi sudah setengah siang,
hanya ada kita, diantara diam.
menyesap keheningan, yang enggan pecah dengan obrolan panjang.
berjalan kita pada setapak tak bermuara,
dengan langkah yang kebingungan untuk mengayun padu,
terlalu banyak  sekat yang memilih untuk saling tidak tau.

dan punggungku sudah kaku menghadap terik harapan,
hanya sesekali kamu mengguyurnya dengan hujan.
dan tubuhmu memilih dingin yang tak harap ku kenal,
hanya karena lelahmu menyusuri ketersesatanmu pada rumitku.

terengah kita pada keasingan temu,
dan hilang timbul debar beradu,
akan kah langit memilih mengabu?
meninggalkan kita di tengah ragu pada apa yang satu?

padamu,
dan tenggelamku pada ketersesatan laut kata,
akan kah ini tak akan kemana?

lalu jika ini tak menjadi cerita bertitik,
mau kah tuan sekedar ada dan menyumbang beberapa baris kata,
agar ku lanjutkan sendiri alurnya,
seperti apa yang dirasa kemarau dengan percikan hujan.
tetaplah ada, meski dengan ketiadaan,
tetaplah berirama, diantara sunyi dan riuh pikiran,
tetaplah berpegang, dengan segala mungkin yang akan terlepas,

meski kita adalah dua yang lengah dan lelah,
di antara keterombang-ambingan maksud tuhan,

tetaplah,
menetaplah.





Jumat, 28 Juni 2013

mengawasi dalam diam

aku mengawasimu dari jauh.
dua pasang mata yang paling ku kenali, sedang membereskan pecahan cangkir yang jatuh dan pecah di ruang tamu.
angin terlalu kencang, dan aku lupa mengingatkanmu untuk menutup jendela, sementara kamu asik larut dalam buku fantasimu, hingga akhirnya angin menggoyangkan tirai, menyenggol vas bunga lily dan mendorong cangkir berisi teh dengan genangan bunga melati segar tumpah sore ini.
kamu masih perempuan yang ku kenali selama beratus ratus perputaran matahari.
kamu dengan tabah memunguti pecahan pecahan cangkir yang berserakan seperti bongkah kosong hatimu.
tanganmu cekatan menghindari tajam, seperti terlatih untuk menjauhi luka.
aku mengawasimu dari jauh.
berjalan membawa kantong berisi beling ke arah dapur.
melewati anjing kecil yang sedari tadi melolong ke arah tempatku berdiam.
kamu melewatinya dengan acuh, menyuci tangan dan merebus air untuk teh yang tak sempat kau minum.
rambut ikalmu kau ikat ke atas, lengkap dengan beberapa helai yang jatuh ke lehermu.
sementara radio yang sedari tadi memutar lagu bahagia tenggelam dan berganti lagu kelam.
matamu kosong menatap gelembung air yang mendidih di atas panci.
jangan lagu ini, pintaku.
angin di luar masih kencang berhembus, gorden berusaha menahan diri untuk tidak larut berdansa pada lagu kematian yang sedang berdendang di ruang tengah.
kamu masih termenung menatap kosong ke arah air mendidih.
hening.
hanya suara radio yang semakin mencakar cakar gendang telingamu.
matikan.
kamu masih larut dalam kosongmu, menatap diam ke arah panci berisi air mendidih yang semakin habis menguap.
terhipnotis dalam diam, layaknya anak kecil yang terpaku pada sulap di pasar malam.
angin masih kencang di luar.
gorden mulai bergoyang mengikuti hembus angin akhir minggu, menyenggolku perlahan.
air di panci sudah habis, dan mulai berasap.
kamu masih terdiam.
PRANG!
kamu masih dalam lamunmu dalam.
anjing kita menyalak dan menarik ujung bajumu.
seperti tersentak,
kau dengan tergopoh gopoh mematikan kompor.

matamu adalah langit cerah yang aku kenal sejak pertama kali kita bertemu.

kamu tergopoh mematikan radio yang mulai melanjutkan lagu lagu penyayat sore lainnya.
kamu tergopoh lari ke ruang tamu,
menatapku iba,
dengan dua mata tercerah yang selama ini ku temui, dulu.
kamu masih menatapku dengan bibir tertarik ke bawah,
dua mata yang tak lagi ku kenali, sekarang ini.
katamu satu satunya yang bisa memupuk matamu bersinar adalah suaraku menyanyikan lagu favoritmu,
lagu favorit kita, yang selalu kita dengar di radio pada senja berangin di akhir minggu.
matamu berkabut, mulai menitik gerimis gerimis yang paling ku benci.
aku ingin bernyanyi, seperti yang selalu ku lakukan untuk meredakan air matamu,
namun aku bisa apa, saat untuk menggoyang badanku pun aku tak bisa,
saat memanggilmu untuk sekedar mengingatkan menutup jendela pun aku tak bisa,
saat tubuhku hanya abadi dalam selembar foto bergandengan denganmu,
foto terakhir kita, yang kau abadikan dalam sebuah pigura kaca,
di ruang tamu kita.

jangan sedih.
kataku perlahan, saat tanganmu sibuk membersihkan pecahan pigura, tempatku berdiam.

Kamis, 27 Juni 2013

sandiwara

ia merapikan kartu tarotnya, menyusunnya dalam setumpuk kebohongan berkaret bualan.
dihapusnya kutek dan maskara tebal yang menguatkan dustanya; untuk berbicara apapun seingin mulutnya memuntahkan ke-sok-tahuan, di bawah kebenaran supranatural.
ia masukkan bola kristalnya ke dalam kardus di sudut ruang,
pasar malam sudah dikadaluarsai pagi, dan segala ketidak sungguhan sudah penuh diucapkannya semalaman pada beratus tangan tangan menengadah pasrah, meminta dibaca akar urat nasibnya.
ia melepas gulungan rambutnya, membersihkan gincu merah dan segala atributnya.
katak katak di dalam gelas kaca ia lepaskan lagi ke danau di belakang tenda bermukimnya.
kucing hitamnya ia mandikan hingga luntur kelamnya.
ia berbaring tenang, dan berusaha tertidur dari dentang ke dentang jam gantung.
punggungnya bolak balik gelisah.
insomnia di siang bolong.
perutnya keram menahan gelak yang tak berani diumbarnya dalam tawa terbahak.
menertawai mata mata lusuh lapar pengharapan, haus kotoran kotoran terbungkus bijak, dan melolong berkeliling kota dengan dada robek dan mengais segala harapan yang dilemparkan padanya.
berpuluh puluh manusia putus asa yang tersesat ke tenda ramalnya,
membayarnya penuh untuk melempar daging daging bualan busuk ke mulut mereka, dan mereka santap dengan kepala terangkat sekeluar dari itu.
perutnya keram, tapi akting harus terus berjalan,
karena bualan harus ia siapkan dengan semangkuk penawar tawa  untuk setiap pelanggan yang berhasil diperdayanya.

---

ia berjalan sendirian diantara kerumunan orang orang yang sibuk merapikan dagangan sisa semalam.
beberapa orang melempar pandangan padanya, yang tak dia balas barang sebuah toleh sekejap.
beberapa lagi berbisik ingin tau dengan lirikan penuh tanda tanya menggantung.
ia mempercepat jalannya, hingga tiba di sebuah gang sempit di ujung kota.
ditukarnya baju lusuh dan segala coreng hitam di bawah mata sayunya.
sambil meneguk minumannya ia bersandar dan merenungi semalam.
sebuah tenda ramal yang menarik perhatiannya berbulan bulan di pasar malam.
dan sebuah malam yang ia sempatkan untuk menjual kepercayaannya pada bola kristal dan tunjukan jari seorang peramal tua pada garis tangannya.
perutnya menahan tawa getir.
peramal tua dengan mata berkerut yang membaca gurat gurat masalahnya, masalah yang ia kumpulkan dalam bual mata layunya.
ditahannya tawanya agar tidak meledak di akhir ia keluar dari tenda tersebut, untuk satu orang yang terperdaya dan susah payah mengurai benang masalah yang ia kusutkan pada cerita cerita kebohongan.

---

dan hidup hanya berjalan layaknya panggung megah berisi pemeran pemeran bertopeng yang menjalankan naskah, saling mengisi butuh dan melumuri badannya dengan bualan setiap harinya, berperan semata mengenyangkan senang antar sesama.

bahagia berkabut tragis, yang menyamarkan tulus di atas segala kepentingan semesta.

Selasa, 19 Juni 2012

blog project

#PROSAPROJECT

#prosaproject ini project kecil kecilan yang berawal dari stuck & kepasifan nulis blog.
project ini dijadiin sarana buat kita semua belajar nulis prosa bareng bareng, bagi yang selama ini sebatasa ngisi blognya dengan sajak.
nah sebelom mulai project, ada bagusnya kita nyamain definisi prosa itu sendiri.
hasil diskusi @tashafairus, @ktagana dan @malyasophi setuju kalo prosa adalah; tulisan yang memiliki alur cerita semacam  cerpen TAPI menggunakan gaya bahasa
metafora, bermajas layaknya sajak.
nah, ini dia rules dari #prosaproject:
1. prosa yang dibuat bertema bebas (untuk sementara ini)
2. prosa yang dibuat diposting ke blog/tumblr masing2. (untuk blog diberi label #prosaproject)
3. prosa yang sudah diposting bisa dishare linknya ke @tashafairus
4. untuk sementara ini pembuatan prosa dilakukan dua minggu sekali.
5. dalam project ini tetap ada deadline persesi, deadline ini dijadikan tanggal publikasi serentak semua karya prosa.
6. di tanggal publikasi itu diharap bantuannya untuk retweet semua karya prosa teman teman #prosaproject tujuannya supaya "massa" pembaca semakin luas.

thanks all partisipasinya :D

nb: sesi 1 mulai tanggal 17 juni, deadline 1 juli



#WEEKENDPROJECT

#weekendproject ini adalah project iseng nulis blog bareng @ktagana tiap weekend yang sering gagal.
tujuannya tetep supaya lebih produktif dlm menulis.
disini siapapun jg boleh meramaikan, rules :
1. postingan blog tiap weekend ini bisa berbentuk puisi atau sajak
2. tema puisi atau sajak ini dibatasi, dibatasi dengan maksud ide diambil dari lagu atau foto/gambar
3. lagu atau foto/gambar harus disertakan di postingan sajak atau puisi tsb.
4. postingan bisa dishare masing2
5. buat yang mau meramaikan #weekendproject & kebetulan juga ikut #prosaproject project ini bisa dilakukan selang seling.
(contoh: karna prosa project sesi 1 deadline tanggal 1 juli, weekendproject bisa dilakukan 23-24 juni)


------

#WATERCOLOURPROJECT

#watercolourproject ini adalah project bareng @malyasophi yang lagi lagi nyaris gagal.
project ini gabungan project lukis cat air dan sajak.
rules:
1. buat lukisan simple dengan pewarnaan cat air
2. buat sajak yang sesuai dengan penceritaan lukisan yang dibuat
3. pada postingan sajak disertakan foto lukisan cat air.

Sabtu, 03 Desember 2011

project baru

agak kaget melihat tanggal akhir postingan saya. sudah sebulan lebih ternyata saya stop ngeblog. dan sekarang saya jadi merasa seperti pensil tumpul. tidak berkembang dan menghasilkan apapun sebulan kemarin.
terpikir untuk membuat #blogproject saat sedang mencuci piring tadi. entah kenapa, menurut saya, selain dudukan kloset, tempatmu bisa merenung diam jugalah bak cuci piring. Lalu tetiba tadi ada keinginan membuat #blogproject dua sekaligus;
1. dari awal blog ini dibuat, saya sudah mengkotakkannya bergenre fiksi, entah itu puisi, prosa, syair ataupun apa itu. Lalu ada keinginan saya untuk memulai memposting non-fiksi ke blog ini. Seminggu sekali.
2. saya akan membuat project sebelum kepindahan ke malang akhir Desember ini. akan ada 10 surat khusus untuk orang orang khusus selama tiga tahun di pekanbaru ini. mungkin semacam surat perpisahan, ya meskipun saya kurang suka dengan judul "perpisahan".

semoga #blogproject ini bisa lancar. terimakasih terus mengikuti, cangkir cangkir pembaca :)