kepada cat cat yang bertumpuk,
maaf membuat berdebu,
dan kesemutan menunggu
jangan kawatir,
aku tidak pernah kehabisan ide untuk kalian,
kanvas ku juga selalu siap disapu,
cuma,
memulai kosong kanvas itu keras,
aku harap kalian mengerti,
aku menunggu saja seorang kubistis, menyerahkan padaku, kanvas berisi untu diisi dekoratif,
menunggu,
seorang kubistis, tanpa nama,
tanpa tau siapa,
tanpa tau kapan datangnya,
kelelahan mengisi polos kubus kubusnya
aku menunggu, memenuhi
Sabtu, 12 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
day #26 dari anak perempuanmu
surat pertama untukmu, pa
senang kan, dapat surat cinta dari anakmu? :p
oh ya, saat membaca ini, aku yakin mama ada disampingmu,
ikut tersenyum geli membaca surat ini,
tolong katakan padanya, bukan berarti aku tidak sayang padanya karna tdk mengiriminya surat,
surat inipun tanpa rencana, tiba tiba saja aku ingin memasukkanmu dalam surat ke 25 ku, papa
tahun ini aku berusia enam belas tahun, maret besok,
enam belas tahun yang panjang, dan rekam memori yang mengendap di otak,
juga aku, yang enam belas tahun menjadi anak perempuanmu.
terima kasih papa,
untuk enam belas tahun yang penuh pelajaran.
pelajaran untuk hidup dengan konsep yang jelas,
kamu yang tdk pernah memaksa ku menjalankan pilihanmu,
karna kamu tahu ajaranmu sdh tertanam & otak ku sudah berpola dan berkonsep kedepan yang jelas untuk hidupku.
pelajaran untuk hidup bersyukur,
berbagi dengan sesama yang kurang membutuhkan.
pelajaran untuk menghormati orang tanpa memandang status,
yang selalu membuat bangga karna kamu tidak pernah menyebut supir, OB, CS, satpam kantor selain 'temanmu',
tanpa memandang jabatanmu dan jabatan mereka, yang menurutku orang lain dalam posisimu pasti gengsi dan merasa tinggi
pelajaran untuk memanfaatkan waktu,
karna aku selalu suka menunggu waktu berlalu, lalu lari terburu buru
pelajaran untuk memandirikan aku,
tidak bergantung pada orang lain, menjadi manusia ikuta ikutan tidak berpendirian.
pelajaran untuk membebaskan aku positif,
tidak menentang saat aku menyisihkan waktu untuk berkutat dengan toko maya,
berjam jam di depan layar laptop untuk menulis
pelajaran untuk tidak konsumtif,
bertuhan pada uang dan barang barang baru untuk suatu kepuasan
kamu yang lebih suka mengejutkan ulang tahun 15ku dengan kotak berisi kamera dibawah selimut,
daripada kotak handphone model terbaru
kamu yang lebih suka menghabiskan uangmu untuk membelikanku roll kanvas dan cat greco,
dan buku buku,
bukan menyenangkanku dengan baju baju yang sedang kuincar,
atau boots yang sedang aku inginkan
bahwa kebahagiaan, bisa didapat tanpa melibatkan uang, selain kita yang menciptakan
seribu cium dan satu jam peluk erat dari aku, disini
terimakasih papa
senang kan, dapat surat cinta dari anakmu? :p
oh ya, saat membaca ini, aku yakin mama ada disampingmu,
ikut tersenyum geli membaca surat ini,
tolong katakan padanya, bukan berarti aku tidak sayang padanya karna tdk mengiriminya surat,
surat inipun tanpa rencana, tiba tiba saja aku ingin memasukkanmu dalam surat ke 25 ku, papa
tahun ini aku berusia enam belas tahun, maret besok,
enam belas tahun yang panjang, dan rekam memori yang mengendap di otak,
juga aku, yang enam belas tahun menjadi anak perempuanmu.
terima kasih papa,
untuk enam belas tahun yang penuh pelajaran.
pelajaran untuk hidup dengan konsep yang jelas,
kamu yang tdk pernah memaksa ku menjalankan pilihanmu,
karna kamu tahu ajaranmu sdh tertanam & otak ku sudah berpola dan berkonsep kedepan yang jelas untuk hidupku.
pelajaran untuk hidup bersyukur,
berbagi dengan sesama yang kurang membutuhkan.
pelajaran untuk menghormati orang tanpa memandang status,
yang selalu membuat bangga karna kamu tidak pernah menyebut supir, OB, CS, satpam kantor selain 'temanmu',
tanpa memandang jabatanmu dan jabatan mereka, yang menurutku orang lain dalam posisimu pasti gengsi dan merasa tinggi
pelajaran untuk memanfaatkan waktu,
karna aku selalu suka menunggu waktu berlalu, lalu lari terburu buru
pelajaran untuk memandirikan aku,
tidak bergantung pada orang lain, menjadi manusia ikuta ikutan tidak berpendirian.
pelajaran untuk membebaskan aku positif,
tidak menentang saat aku menyisihkan waktu untuk berkutat dengan toko maya,
berjam jam di depan layar laptop untuk menulis
pelajaran untuk tidak konsumtif,
bertuhan pada uang dan barang barang baru untuk suatu kepuasan
kamu yang lebih suka mengejutkan ulang tahun 15ku dengan kotak berisi kamera dibawah selimut,
daripada kotak handphone model terbaru
kamu yang lebih suka menghabiskan uangmu untuk membelikanku roll kanvas dan cat greco,
dan buku buku,
bukan menyenangkanku dengan baju baju yang sedang kuincar,
atau boots yang sedang aku inginkan
bahwa kebahagiaan, bisa didapat tanpa melibatkan uang, selain kita yang menciptakan
seribu cium dan satu jam peluk erat dari aku, disini
terimakasih papa
day #25 ambisius
simpan aku, disudut matamu
kejar aku, di sempit pupilmu
rekam aku, dalam retinamu
karna mulutmu selalu tidak saat mengangguk, selalu iya saat menggeleng
kunci terus,
sampai akal dan hatimu tergerus,
dan aku tinggal hangus
kejar aku, di sempit pupilmu
rekam aku, dalam retinamu
karna mulutmu selalu tidak saat mengangguk, selalu iya saat menggeleng
kunci terus,
sampai akal dan hatimu tergerus,
dan aku tinggal hangus
Selasa, 08 Februari 2011
day #24 otak & hati untuk badan yang ditempati
tidak panjang lebar,
tiba tiba terpikir dari aku; otak dan hatimu, untuk mengingatkanmu
berfikirlah untuk menyayangi laki laki yang menyayangimu dengan segala tumpah ruah otakmu, pola berfikirmu, ide ide yang berlari kencang di seputar otakmu; yang satu itu, tidak akan meninggalkanmu sia sia, dan berfikir panjang untuk mencintai otak, hati, dan tawa lain yang beda deras dengan milikmu
untuk perempuan di depan laptop,
tasha
tiba tiba terpikir dari aku; otak dan hatimu, untuk mengingatkanmu
berfikirlah untuk menyayangi laki laki yang menyayangimu dengan segala tumpah ruah otakmu, pola berfikirmu, ide ide yang berlari kencang di seputar otakmu; yang satu itu, tidak akan meninggalkanmu sia sia, dan berfikir panjang untuk mencintai otak, hati, dan tawa lain yang beda deras dengan milikmu
untuk perempuan di depan laptop,
tasha
day #23 tuhan
kepada tuhan yang tidak pernah sombong,
surat ini dikirim bukan untuk melecahkanMu tuhan, seolah olah Anda harus menerima surat dari hambaMu untuk mendengar permintaan kami, uneg uneg kami atau semacamnya,
surat ini tiba tiba saja ingin aku tulis,
meskipun sia sia, karna sebelum aku mengetik ini pun, tuhan sudah tau apa yang mau aku sampaikan,
dan aku yang juga kelimpungan mencari tukang pos yang tau alamat lengkapMu untuk ku tulis di bagian depan amplop suratku
aku mau minta maaf tuhan,
mungkin aku ini hambaMu yang banyak omong doang, banyak janji yang belum aku tepati padaMu
ah tuhan, tapi meskipun begitu Anda masih saja percaya dan mengabulkan permintaan2 hamba yang diembel embeli janji kan, terimakasih untuk hal itu,
dan juga aku yang masih suka lelet beribadah, ah tuhan untuk yang satu ini marahilah setan setan yang berusaha menggoda hamba tidak beribadah, bilang pada mereka tuhan, jangan ganggu saya yang susah mengintens kan ibadah, mendisiplinkan waktu ibadah
juga tuhan, untuk tahun tahun belakangan, dan beberapa dosa tidak kecil, untuk orang orang yang Anda kirim sebagai setan dan berhasil menghasut saya larut, mohon ampun tuhan, dan untuk hal yang saya masih belum takut dosa, dan masih melakukannya ah marahilah saya yang sampai sekarang lupa dosa akan itu tuhan
ah mungkin ini surat dari hambaMu terpayah,
tapi satu pendorong saya menulis surat ke 23 ini beralamatkan Anda tuhan, adalah insiden di jalan tadi sore yang saya yakin kalau pengemudi motor tidak mengerem mungkin saya sudah membiru kaku diatas dipan dikelilingi para pelayat,
dan kaki saya yang terlindas dan tidak apa apa sampai saya menulis surat ini,
terimakasih banyak tuhan penyayang
dari hambaMu yang bandel
surat ini dikirim bukan untuk melecahkanMu tuhan, seolah olah Anda harus menerima surat dari hambaMu untuk mendengar permintaan kami, uneg uneg kami atau semacamnya,
surat ini tiba tiba saja ingin aku tulis,
meskipun sia sia, karna sebelum aku mengetik ini pun, tuhan sudah tau apa yang mau aku sampaikan,
dan aku yang juga kelimpungan mencari tukang pos yang tau alamat lengkapMu untuk ku tulis di bagian depan amplop suratku
aku mau minta maaf tuhan,
mungkin aku ini hambaMu yang banyak omong doang, banyak janji yang belum aku tepati padaMu
ah tuhan, tapi meskipun begitu Anda masih saja percaya dan mengabulkan permintaan2 hamba yang diembel embeli janji kan, terimakasih untuk hal itu,
dan juga aku yang masih suka lelet beribadah, ah tuhan untuk yang satu ini marahilah setan setan yang berusaha menggoda hamba tidak beribadah, bilang pada mereka tuhan, jangan ganggu saya yang susah mengintens kan ibadah, mendisiplinkan waktu ibadah
juga tuhan, untuk tahun tahun belakangan, dan beberapa dosa tidak kecil, untuk orang orang yang Anda kirim sebagai setan dan berhasil menghasut saya larut, mohon ampun tuhan, dan untuk hal yang saya masih belum takut dosa, dan masih melakukannya ah marahilah saya yang sampai sekarang lupa dosa akan itu tuhan
ah mungkin ini surat dari hambaMu terpayah,
tapi satu pendorong saya menulis surat ke 23 ini beralamatkan Anda tuhan, adalah insiden di jalan tadi sore yang saya yakin kalau pengemudi motor tidak mengerem mungkin saya sudah membiru kaku diatas dipan dikelilingi para pelayat,
dan kaki saya yang terlindas dan tidak apa apa sampai saya menulis surat ini,
terimakasih banyak tuhan penyayang
dari hambaMu yang bandel
Senin, 07 Februari 2011
day #22 kepada gadis yang suka duduk duduk di awan
temanku, yang sedang bermesraan dengan langit merah,
gadis pemeluk awan imajinasi.
temanku, surat ini adalah kelelahan yang sampai diujung uratku
dan saraf saraf leherku yang lelah mengangguk
kamu terlalu banyak bicara pada aku, aku terlalu banyak mengiyakan kata katamu,
bisakah, sekali ini, dengar kan mulutku yang selalu diam selama kamu bicara berjam jam?
katamu, imajinasi itu membuat kita lebih hidup? membunuh kemonotonan kenyataan dan kehidupan yang sedang berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau kenyataan itu menghidupkan? dan imajinasi itu pembunuh pikiran dan badan yang tinggal dalam kenyataan?
katamu, imajinasi itu penyemangat setia manusia? pelebar langkah kaki dan pengembang senyum dalam kehidupan berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu bukan penyemangat? imajinasi itu seperti produk kecantikan yang penuh mulutnya dengan iming iming dan janji, dan selalu membohongi?
katamu, imajinasi itu kafein yang menenangkan
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu yang membuat gelagapan? dan nafasku tidak lagi tenang?
aku bukan pemberontak setelah lama kamu diamkan dengan celotehmu,
aku cuma sedang meledak karna otakku terlalu cepat bergerak.
imajinasi memang menyenangkan,
menyenangkan hanya saat aku ketiduran
imajinasi memang membangun,
membangun realita dalam mimpi tak berstasiun
kamu tidak salah, dan tidak akan ada cap imajinasimu kalah
cuma bisakah, setelah lama aku menyimpan imajinasi darimu dalam kotak kaca diteras otakku, sekarang ku gantung dalam gudang di sudut gelap otak?
atau kutitipkan padamu untuk disimpan di tiang tiang awan?
aku cuma lelah menjadi tokoh cerita yang berakhir bahagia dalam drama kepalaku sendiri,
dan terlahir mati dalam hidup nyata tanpa ibu peri
terimakasih untuk semangat imajinasimu yang tidak pernah membuat lelah menghadapi hidup yang kalah,
tapi mungkin,
kamu cuma lupa, mengajariku untuk tidak perfeksionis pada realita, yang dibangun tinggi imajinasi dan lalu rasa
gadis pemeluk awan imajinasi.
temanku, surat ini adalah kelelahan yang sampai diujung uratku
dan saraf saraf leherku yang lelah mengangguk
kamu terlalu banyak bicara pada aku, aku terlalu banyak mengiyakan kata katamu,
bisakah, sekali ini, dengar kan mulutku yang selalu diam selama kamu bicara berjam jam?
katamu, imajinasi itu membuat kita lebih hidup? membunuh kemonotonan kenyataan dan kehidupan yang sedang berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau kenyataan itu menghidupkan? dan imajinasi itu pembunuh pikiran dan badan yang tinggal dalam kenyataan?
katamu, imajinasi itu penyemangat setia manusia? pelebar langkah kaki dan pengembang senyum dalam kehidupan berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu bukan penyemangat? imajinasi itu seperti produk kecantikan yang penuh mulutnya dengan iming iming dan janji, dan selalu membohongi?
katamu, imajinasi itu kafein yang menenangkan
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu yang membuat gelagapan? dan nafasku tidak lagi tenang?
aku bukan pemberontak setelah lama kamu diamkan dengan celotehmu,
aku cuma sedang meledak karna otakku terlalu cepat bergerak.
imajinasi memang menyenangkan,
menyenangkan hanya saat aku ketiduran
imajinasi memang membangun,
membangun realita dalam mimpi tak berstasiun
kamu tidak salah, dan tidak akan ada cap imajinasimu kalah
cuma bisakah, setelah lama aku menyimpan imajinasi darimu dalam kotak kaca diteras otakku, sekarang ku gantung dalam gudang di sudut gelap otak?
atau kutitipkan padamu untuk disimpan di tiang tiang awan?
aku cuma lelah menjadi tokoh cerita yang berakhir bahagia dalam drama kepalaku sendiri,
dan terlahir mati dalam hidup nyata tanpa ibu peri
terimakasih untuk semangat imajinasimu yang tidak pernah membuat lelah menghadapi hidup yang kalah,
tapi mungkin,
kamu cuma lupa, mengajariku untuk tidak perfeksionis pada realita, yang dibangun tinggi imajinasi dan lalu rasa
Sabtu, 05 Februari 2011
day #21 kepada hati
hei bebal
masih juga pura pura kebal?
kamu sudah sangat berpengalaman kan?
tapi masih juga berani rollercoster-an
ah,
jangan pura pura kuat
aku tahu kamu belum betul betul sehat
kamu masih membiru
dan bilur bilur belum mengabu
apalagi dengan lelaki yang diujung itu
kamu mungkin sudah baikkan,
tidak merasa kesakitan,
tapi apa salahnya istirahat sejenak?
duduk dan mengambil nafas sebelum kembali sesak?
iya aku tahu,
kamu memang lebih cerewet beberapa tahun belakangan,
tidak mau kembali sembarangan,
dengan alasan pendewasaan, belajar selektif dan tidak buru buru dalam memilih teman,
oke, itu semua masuk akal
kamu sudah bisa membedakan yang baik dan tidak baik untukmu,
mengedepankan otak dalam memilih sebelum berlanjut ke perasaan.
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih belum bisa melibatkan otak dan kewarasan sebelum memanggil 'tuan perasaan'
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih nekat rollercoster-an? menaik terjunkan diri dengan yang hal hal yang tidak ada kepastian?
kamu pasti sadar dan tahu kan apa yang kamu perbuat sekarang?
hati,
kembalilah, istirahatlah,
banyak banyaklah mendengar 'bibi kewarasan'
bukan 'tuan perasaan',
kusus untuk adam disudut sana itu
masih juga pura pura kebal?
kamu sudah sangat berpengalaman kan?
tapi masih juga berani rollercoster-an
ah,
jangan pura pura kuat
aku tahu kamu belum betul betul sehat
kamu masih membiru
dan bilur bilur belum mengabu
apalagi dengan lelaki yang diujung itu
kamu mungkin sudah baikkan,
tidak merasa kesakitan,
tapi apa salahnya istirahat sejenak?
duduk dan mengambil nafas sebelum kembali sesak?
iya aku tahu,
kamu memang lebih cerewet beberapa tahun belakangan,
tidak mau kembali sembarangan,
dengan alasan pendewasaan, belajar selektif dan tidak buru buru dalam memilih teman,
oke, itu semua masuk akal
kamu sudah bisa membedakan yang baik dan tidak baik untukmu,
mengedepankan otak dalam memilih sebelum berlanjut ke perasaan.
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih belum bisa melibatkan otak dan kewarasan sebelum memanggil 'tuan perasaan'
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih nekat rollercoster-an? menaik terjunkan diri dengan yang hal hal yang tidak ada kepastian?
kamu pasti sadar dan tahu kan apa yang kamu perbuat sekarang?
hati,
kembalilah, istirahatlah,
banyak banyaklah mendengar 'bibi kewarasan'
bukan 'tuan perasaan',
kusus untuk adam disudut sana itu
Langganan:
Postingan (Atom)