tidak panjang lebar,
tiba tiba terpikir dari aku; otak dan hatimu, untuk mengingatkanmu
berfikirlah untuk menyayangi laki laki yang menyayangimu dengan segala tumpah ruah otakmu, pola berfikirmu, ide ide yang berlari kencang di seputar otakmu; yang satu itu, tidak akan meninggalkanmu sia sia, dan berfikir panjang untuk mencintai otak, hati, dan tawa lain yang beda deras dengan milikmu
untuk perempuan di depan laptop,
tasha
Selasa, 08 Februari 2011
day #23 tuhan
kepada tuhan yang tidak pernah sombong,
surat ini dikirim bukan untuk melecahkanMu tuhan, seolah olah Anda harus menerima surat dari hambaMu untuk mendengar permintaan kami, uneg uneg kami atau semacamnya,
surat ini tiba tiba saja ingin aku tulis,
meskipun sia sia, karna sebelum aku mengetik ini pun, tuhan sudah tau apa yang mau aku sampaikan,
dan aku yang juga kelimpungan mencari tukang pos yang tau alamat lengkapMu untuk ku tulis di bagian depan amplop suratku
aku mau minta maaf tuhan,
mungkin aku ini hambaMu yang banyak omong doang, banyak janji yang belum aku tepati padaMu
ah tuhan, tapi meskipun begitu Anda masih saja percaya dan mengabulkan permintaan2 hamba yang diembel embeli janji kan, terimakasih untuk hal itu,
dan juga aku yang masih suka lelet beribadah, ah tuhan untuk yang satu ini marahilah setan setan yang berusaha menggoda hamba tidak beribadah, bilang pada mereka tuhan, jangan ganggu saya yang susah mengintens kan ibadah, mendisiplinkan waktu ibadah
juga tuhan, untuk tahun tahun belakangan, dan beberapa dosa tidak kecil, untuk orang orang yang Anda kirim sebagai setan dan berhasil menghasut saya larut, mohon ampun tuhan, dan untuk hal yang saya masih belum takut dosa, dan masih melakukannya ah marahilah saya yang sampai sekarang lupa dosa akan itu tuhan
ah mungkin ini surat dari hambaMu terpayah,
tapi satu pendorong saya menulis surat ke 23 ini beralamatkan Anda tuhan, adalah insiden di jalan tadi sore yang saya yakin kalau pengemudi motor tidak mengerem mungkin saya sudah membiru kaku diatas dipan dikelilingi para pelayat,
dan kaki saya yang terlindas dan tidak apa apa sampai saya menulis surat ini,
terimakasih banyak tuhan penyayang
dari hambaMu yang bandel
surat ini dikirim bukan untuk melecahkanMu tuhan, seolah olah Anda harus menerima surat dari hambaMu untuk mendengar permintaan kami, uneg uneg kami atau semacamnya,
surat ini tiba tiba saja ingin aku tulis,
meskipun sia sia, karna sebelum aku mengetik ini pun, tuhan sudah tau apa yang mau aku sampaikan,
dan aku yang juga kelimpungan mencari tukang pos yang tau alamat lengkapMu untuk ku tulis di bagian depan amplop suratku
aku mau minta maaf tuhan,
mungkin aku ini hambaMu yang banyak omong doang, banyak janji yang belum aku tepati padaMu
ah tuhan, tapi meskipun begitu Anda masih saja percaya dan mengabulkan permintaan2 hamba yang diembel embeli janji kan, terimakasih untuk hal itu,
dan juga aku yang masih suka lelet beribadah, ah tuhan untuk yang satu ini marahilah setan setan yang berusaha menggoda hamba tidak beribadah, bilang pada mereka tuhan, jangan ganggu saya yang susah mengintens kan ibadah, mendisiplinkan waktu ibadah
juga tuhan, untuk tahun tahun belakangan, dan beberapa dosa tidak kecil, untuk orang orang yang Anda kirim sebagai setan dan berhasil menghasut saya larut, mohon ampun tuhan, dan untuk hal yang saya masih belum takut dosa, dan masih melakukannya ah marahilah saya yang sampai sekarang lupa dosa akan itu tuhan
ah mungkin ini surat dari hambaMu terpayah,
tapi satu pendorong saya menulis surat ke 23 ini beralamatkan Anda tuhan, adalah insiden di jalan tadi sore yang saya yakin kalau pengemudi motor tidak mengerem mungkin saya sudah membiru kaku diatas dipan dikelilingi para pelayat,
dan kaki saya yang terlindas dan tidak apa apa sampai saya menulis surat ini,
terimakasih banyak tuhan penyayang
dari hambaMu yang bandel
Senin, 07 Februari 2011
day #22 kepada gadis yang suka duduk duduk di awan
temanku, yang sedang bermesraan dengan langit merah,
gadis pemeluk awan imajinasi.
temanku, surat ini adalah kelelahan yang sampai diujung uratku
dan saraf saraf leherku yang lelah mengangguk
kamu terlalu banyak bicara pada aku, aku terlalu banyak mengiyakan kata katamu,
bisakah, sekali ini, dengar kan mulutku yang selalu diam selama kamu bicara berjam jam?
katamu, imajinasi itu membuat kita lebih hidup? membunuh kemonotonan kenyataan dan kehidupan yang sedang berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau kenyataan itu menghidupkan? dan imajinasi itu pembunuh pikiran dan badan yang tinggal dalam kenyataan?
katamu, imajinasi itu penyemangat setia manusia? pelebar langkah kaki dan pengembang senyum dalam kehidupan berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu bukan penyemangat? imajinasi itu seperti produk kecantikan yang penuh mulutnya dengan iming iming dan janji, dan selalu membohongi?
katamu, imajinasi itu kafein yang menenangkan
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu yang membuat gelagapan? dan nafasku tidak lagi tenang?
aku bukan pemberontak setelah lama kamu diamkan dengan celotehmu,
aku cuma sedang meledak karna otakku terlalu cepat bergerak.
imajinasi memang menyenangkan,
menyenangkan hanya saat aku ketiduran
imajinasi memang membangun,
membangun realita dalam mimpi tak berstasiun
kamu tidak salah, dan tidak akan ada cap imajinasimu kalah
cuma bisakah, setelah lama aku menyimpan imajinasi darimu dalam kotak kaca diteras otakku, sekarang ku gantung dalam gudang di sudut gelap otak?
atau kutitipkan padamu untuk disimpan di tiang tiang awan?
aku cuma lelah menjadi tokoh cerita yang berakhir bahagia dalam drama kepalaku sendiri,
dan terlahir mati dalam hidup nyata tanpa ibu peri
terimakasih untuk semangat imajinasimu yang tidak pernah membuat lelah menghadapi hidup yang kalah,
tapi mungkin,
kamu cuma lupa, mengajariku untuk tidak perfeksionis pada realita, yang dibangun tinggi imajinasi dan lalu rasa
gadis pemeluk awan imajinasi.
temanku, surat ini adalah kelelahan yang sampai diujung uratku
dan saraf saraf leherku yang lelah mengangguk
kamu terlalu banyak bicara pada aku, aku terlalu banyak mengiyakan kata katamu,
bisakah, sekali ini, dengar kan mulutku yang selalu diam selama kamu bicara berjam jam?
katamu, imajinasi itu membuat kita lebih hidup? membunuh kemonotonan kenyataan dan kehidupan yang sedang berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau kenyataan itu menghidupkan? dan imajinasi itu pembunuh pikiran dan badan yang tinggal dalam kenyataan?
katamu, imajinasi itu penyemangat setia manusia? pelebar langkah kaki dan pengembang senyum dalam kehidupan berjalan.
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu bukan penyemangat? imajinasi itu seperti produk kecantikan yang penuh mulutnya dengan iming iming dan janji, dan selalu membohongi?
katamu, imajinasi itu kafein yang menenangkan
tapi sekarang, bagaimana kalau imajinasi itu yang membuat gelagapan? dan nafasku tidak lagi tenang?
aku bukan pemberontak setelah lama kamu diamkan dengan celotehmu,
aku cuma sedang meledak karna otakku terlalu cepat bergerak.
imajinasi memang menyenangkan,
menyenangkan hanya saat aku ketiduran
imajinasi memang membangun,
membangun realita dalam mimpi tak berstasiun
kamu tidak salah, dan tidak akan ada cap imajinasimu kalah
cuma bisakah, setelah lama aku menyimpan imajinasi darimu dalam kotak kaca diteras otakku, sekarang ku gantung dalam gudang di sudut gelap otak?
atau kutitipkan padamu untuk disimpan di tiang tiang awan?
aku cuma lelah menjadi tokoh cerita yang berakhir bahagia dalam drama kepalaku sendiri,
dan terlahir mati dalam hidup nyata tanpa ibu peri
terimakasih untuk semangat imajinasimu yang tidak pernah membuat lelah menghadapi hidup yang kalah,
tapi mungkin,
kamu cuma lupa, mengajariku untuk tidak perfeksionis pada realita, yang dibangun tinggi imajinasi dan lalu rasa
Sabtu, 05 Februari 2011
day #21 kepada hati
hei bebal
masih juga pura pura kebal?
kamu sudah sangat berpengalaman kan?
tapi masih juga berani rollercoster-an
ah,
jangan pura pura kuat
aku tahu kamu belum betul betul sehat
kamu masih membiru
dan bilur bilur belum mengabu
apalagi dengan lelaki yang diujung itu
kamu mungkin sudah baikkan,
tidak merasa kesakitan,
tapi apa salahnya istirahat sejenak?
duduk dan mengambil nafas sebelum kembali sesak?
iya aku tahu,
kamu memang lebih cerewet beberapa tahun belakangan,
tidak mau kembali sembarangan,
dengan alasan pendewasaan, belajar selektif dan tidak buru buru dalam memilih teman,
oke, itu semua masuk akal
kamu sudah bisa membedakan yang baik dan tidak baik untukmu,
mengedepankan otak dalam memilih sebelum berlanjut ke perasaan.
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih belum bisa melibatkan otak dan kewarasan sebelum memanggil 'tuan perasaan'
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih nekat rollercoster-an? menaik terjunkan diri dengan yang hal hal yang tidak ada kepastian?
kamu pasti sadar dan tahu kan apa yang kamu perbuat sekarang?
hati,
kembalilah, istirahatlah,
banyak banyaklah mendengar 'bibi kewarasan'
bukan 'tuan perasaan',
kusus untuk adam disudut sana itu
masih juga pura pura kebal?
kamu sudah sangat berpengalaman kan?
tapi masih juga berani rollercoster-an
ah,
jangan pura pura kuat
aku tahu kamu belum betul betul sehat
kamu masih membiru
dan bilur bilur belum mengabu
apalagi dengan lelaki yang diujung itu
kamu mungkin sudah baikkan,
tidak merasa kesakitan,
tapi apa salahnya istirahat sejenak?
duduk dan mengambil nafas sebelum kembali sesak?
iya aku tahu,
kamu memang lebih cerewet beberapa tahun belakangan,
tidak mau kembali sembarangan,
dengan alasan pendewasaan, belajar selektif dan tidak buru buru dalam memilih teman,
oke, itu semua masuk akal
kamu sudah bisa membedakan yang baik dan tidak baik untukmu,
mengedepankan otak dalam memilih sebelum berlanjut ke perasaan.
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih belum bisa melibatkan otak dan kewarasan sebelum memanggil 'tuan perasaan'
tapi kenapa?
pada satu orang disudut sana itu, kamu masih nekat rollercoster-an? menaik terjunkan diri dengan yang hal hal yang tidak ada kepastian?
kamu pasti sadar dan tahu kan apa yang kamu perbuat sekarang?
hati,
kembalilah, istirahatlah,
banyak banyaklah mendengar 'bibi kewarasan'
bukan 'tuan perasaan',
kusus untuk adam disudut sana itu
Rabu, 02 Februari 2011
day #20 pemain sirkus
"wanita bertopi fedora,
mengikuti langkah kaki para perempuan muda di desa
menuju sudut kota
menonton sirkus yang paling masyhur terkenalnya,
dengan pemimpin sirkus pemuda yang paling sering dibisikkan gadis gadis pada zamannya,
dengan dress putih berenda,
dan bibir penuh yang tersapu gincu merah menyala,
berjalan menenteng sepeda berkeranjang bunga,
menghabisi rasa penasarannya pada pemuda pemimpin sirkus kota
"parkir sepedamu disini"
wanita bertopi fedora, membeli tiket lalu masuk ke dalam tenda bergaris merah,
duduk dan mulai mengunyah brondong jagungnya
pemuda berperawakan tinggi, berjas emas, dengan kemeja merah menyembul,
menunduk hormat memberi salam pada penonton
dan gadis gadis berteriak histeris melihatnya,
garis senyum tegas, dan sorot mata hangat,
mulai menggiring singa singanya meloncati roda berapi digenggamannya
melempar bola warna warni ke paul si anjing laut
melempar apel apel ke udara memutarnya dengan cekatan,
garis mukanya, dan matanya yang menyipit saat tertawa puas
dan..
ah,
tepuk tangan riuh,
penonton berdiri, melempar bunga ke tengah panggung
dan pemimpin sirkus tersenyum lebar diantara perempuan perempuan pirang berbaju ketat anggota sirkus"
ah masih saja kamu,
mau dibawa sampai ke dimensi waktu manapun,
tetap saja,
kamu terlalu jauh melayang,
diantara bintang bintang yang membiusmu lebih terang
sampai lupa pulang.
dari aku,
kunang kunang yang pernah kamu rindukan
mengikuti langkah kaki para perempuan muda di desa
menuju sudut kota
menonton sirkus yang paling masyhur terkenalnya,
dengan pemimpin sirkus pemuda yang paling sering dibisikkan gadis gadis pada zamannya,
dengan dress putih berenda,
dan bibir penuh yang tersapu gincu merah menyala,
berjalan menenteng sepeda berkeranjang bunga,
menghabisi rasa penasarannya pada pemuda pemimpin sirkus kota
"parkir sepedamu disini"
wanita bertopi fedora, membeli tiket lalu masuk ke dalam tenda bergaris merah,
duduk dan mulai mengunyah brondong jagungnya
pemuda berperawakan tinggi, berjas emas, dengan kemeja merah menyembul,
menunduk hormat memberi salam pada penonton
dan gadis gadis berteriak histeris melihatnya,
garis senyum tegas, dan sorot mata hangat,
mulai menggiring singa singanya meloncati roda berapi digenggamannya
melempar bola warna warni ke paul si anjing laut
melempar apel apel ke udara memutarnya dengan cekatan,
garis mukanya, dan matanya yang menyipit saat tertawa puas
dan..
ah,
tepuk tangan riuh,
penonton berdiri, melempar bunga ke tengah panggung
dan pemimpin sirkus tersenyum lebar diantara perempuan perempuan pirang berbaju ketat anggota sirkus"
ah masih saja kamu,
mau dibawa sampai ke dimensi waktu manapun,
tetap saja,
kamu terlalu jauh melayang,
diantara bintang bintang yang membiusmu lebih terang
sampai lupa pulang.
dari aku,
kunang kunang yang pernah kamu rindukan
day #19 surat cinta untuk para teko & cangkir ribut
surat cinta untuk teko dan cangkir disekelilingku
waktu mulai muak melihat
kalian sibuk menuangkan kafein demi kafein dari corong kalian
menuang dan menuang,
meminta nyonya sore menyediakan lebih banyak cangkir dan cangkir untuk kalian,
minta ditampung dan ditampung,
sampai sadar teko kalian mulai kosong,
dan kalian nampak seperti tong
menampung itu pekerjaan mudah,
lebih mudah dari menuang dan menuang tanpa tujuan,
lalu menunggu apa? menunggu corongmu keram dan kehabisan air untuk dimuntahkan?
mendengar itu mudah,
lebih mudah dari mengoceh bereloteh tanpa tujuan,
lalu menunggu apa? menunggu bisu dan kehabisan nada pita suara?
menampunglah lebih banyak,
dan tuanglah apa yang mau kau tuang,
kita semua berbagi cangkir untuk menampung, bertukar teko untuk dituangi
kita diciptakan tuhan untuk saling berbagi, bukan mencipta-mengisi-terus memenuhi dengan ego sendiri
waktu mulai muak melihat
kalian sibuk menuangkan kafein demi kafein dari corong kalian
menuang dan menuang,
meminta nyonya sore menyediakan lebih banyak cangkir dan cangkir untuk kalian,
minta ditampung dan ditampung,
sampai sadar teko kalian mulai kosong,
dan kalian nampak seperti tong
menampung itu pekerjaan mudah,
lebih mudah dari menuang dan menuang tanpa tujuan,
lalu menunggu apa? menunggu corongmu keram dan kehabisan air untuk dimuntahkan?
mendengar itu mudah,
lebih mudah dari mengoceh bereloteh tanpa tujuan,
lalu menunggu apa? menunggu bisu dan kehabisan nada pita suara?
menampunglah lebih banyak,
dan tuanglah apa yang mau kau tuang,
kita semua berbagi cangkir untuk menampung, bertukar teko untuk dituangi
kita diciptakan tuhan untuk saling berbagi, bukan mencipta-mengisi-terus memenuhi dengan ego sendiri
day #18 untuk pemalas
untuk aku yang pemalas
yang kerjanya cuma kipas kipas panas di kelas
ah benar benar, bahkan untuk menulis surat ke 18 dan 19 saja malas
semua jadi kambing hitam, karna sibuk tugas (yang nyatanya jarang aku kerjakan), capek (yang jelas jelas aku sanggup berlama lama nangkring memelototi layar laptop), atau sibuk mengurusi online shop (untuk alasan yang terakhir ini serius, beneran sibuk).
intinya tetap saja, saya dikuasai setan malas
dan dibayangi pikiran lemas
hm, berdoa saja ada malaikat semangat merasuki saya supaya target keseluruhan tidak ikut harap harap cemas dengan saya yang pemalas
amin
yang kerjanya cuma kipas kipas panas di kelas
ah benar benar, bahkan untuk menulis surat ke 18 dan 19 saja malas
semua jadi kambing hitam, karna sibuk tugas (yang nyatanya jarang aku kerjakan), capek (yang jelas jelas aku sanggup berlama lama nangkring memelototi layar laptop), atau sibuk mengurusi online shop (untuk alasan yang terakhir ini serius, beneran sibuk).
intinya tetap saja, saya dikuasai setan malas
dan dibayangi pikiran lemas
hm, berdoa saja ada malaikat semangat merasuki saya supaya target keseluruhan tidak ikut harap harap cemas dengan saya yang pemalas
amin
Langganan:
Postingan (Atom)