terkadang kita tidak perlu terlalu mengeras pada skenario tuhan.
terkadang kita tidak perlu terlalu banyak tanya pada ketidaksengajaan cipta tuhan.
terkadang kita hanya perlu duduk dan diam,
menikmati tiap scene yang dirajut tuhan pada film hidup kita,
dengan secangkir kafein yang tepat,
dan berbagi cangkir bersama,
pada orang yang juga tepat.
Minggu, 10 Juni 2012
abu abu
adakalanya manusia terlalu takut untuk merah jambu,
hanya karna ia terlalu sering jatuh.
lalu debarnya dibalut dan dilempar jauh,
seolah tidak akan ada simpul senyum yang akan mencandu.
lalu dipersimpangan ini tuhan menemukan ketidaksengajaan ketidaksengajaan kecil,
pada kita.
hanya semesta yang menyisakan kita terlalu jauh bahkan untuk sebuah pandang.
dan lalu dititik ini kita sama sama mengabu
larut dalam ragu
dan takut
untuk sekedar
melompat bergandengan,
menikmati jatuh,
dan mencicipi sakit,
bersama sama.
hanya karna ia terlalu sering jatuh.
lalu debarnya dibalut dan dilempar jauh,
seolah tidak akan ada simpul senyum yang akan mencandu.
lalu dipersimpangan ini tuhan menemukan ketidaksengajaan ketidaksengajaan kecil,
pada kita.
hanya semesta yang menyisakan kita terlalu jauh bahkan untuk sebuah pandang.
dan lalu dititik ini kita sama sama mengabu
larut dalam ragu
dan takut
untuk sekedar
melompat bergandengan,
menikmati jatuh,
dan mencicipi sakit,
bersama sama.
Rabu, 06 Juni 2012
sajak doa pohon tua
aku adalah rancu yang kau simpan dalam garis tanganmu
yang kau tanam dalam bait bait heningmu
aku adalah rancu yang kau jepit dalam ketidakpastian
yang kau pendam dalam debar terjauh dari pertanyaan
aku adalah rancu yang kau kecup dalam diam
yang kau redam jauh dari debar dadamu
aku adalah pohon tua bersandar,
setia menyanyikan sajak sajak doa pada tuang langit,
yang tak kunjung hujan pun terang.
yang kau tanam dalam bait bait heningmu
aku adalah rancu yang kau jepit dalam ketidakpastian
yang kau pendam dalam debar terjauh dari pertanyaan
aku adalah rancu yang kau kecup dalam diam
yang kau redam jauh dari debar dadamu
aku adalah pohon tua bersandar,
setia menyanyikan sajak sajak doa pada tuang langit,
yang tak kunjung hujan pun terang.
Senin, 07 Mei 2012
cerita langit
ini hanya cerita tentang langit yang membiru sendu,
di bawah mata mata awannya dia menahan genang rintik,
di bawah berkas mataharinya ia menyandiwarakan lengkung ceria,
di pelatarannya ia berlari bersama angin angin pembawa sendu melangkah jauh berlalu.
ini hanya cerita tentang langit yang mengabu kelabu,
pada awan awan hitam ia menggantungkan harapan,
pada gemuruh petir ia menyembunyikan perasaan,
pada rintik yang jatuh satu persatu ia menyanyikan dendang ketidakjelasan.
ini hanya cerita tentang langit yang memerah bergairah,
dalam semburat jingganya ia tersenyum merah jambu,
dalam kepulangan matahari ia menitipkan salam malu malu,
dalam kedatangan bulan samar ia menjemput rasa yang meragu.
ini hanya cerita tentang sepotong langit,
yang jatuh cinta pada tanah dalam payungannya.
yang tak terengkuh dalam peluk,
yang terjamah dalam pandang,
dan saling mendoakan dalam kejauhan.
di bawah mata mata awannya dia menahan genang rintik,
di bawah berkas mataharinya ia menyandiwarakan lengkung ceria,
di pelatarannya ia berlari bersama angin angin pembawa sendu melangkah jauh berlalu.
ini hanya cerita tentang langit yang mengabu kelabu,
pada awan awan hitam ia menggantungkan harapan,
pada gemuruh petir ia menyembunyikan perasaan,
pada rintik yang jatuh satu persatu ia menyanyikan dendang ketidakjelasan.
ini hanya cerita tentang langit yang memerah bergairah,
dalam semburat jingganya ia tersenyum merah jambu,
dalam kepulangan matahari ia menitipkan salam malu malu,
dalam kedatangan bulan samar ia menjemput rasa yang meragu.
ini hanya cerita tentang sepotong langit,
yang jatuh cinta pada tanah dalam payungannya.
yang tak terengkuh dalam peluk,
yang terjamah dalam pandang,
dan saling mendoakan dalam kejauhan.
Sabtu, 05 Mei 2012
kupu kupu pemalu
mataku mengepak jauh diluar ekspektasimu akan aku.
siap terbang mengitar garis senyummu,
berputar diatas gelombang rambutmu,
dan siap kau tangkap dengan rangkum pupil tajammu.
kupu kupuku tak berterbangan menyesaki perutku.
mereka mengepak liar melalui mataku.
kupu kupu pemalu yang berubah mencandu
pada aroma ragu tuan peragu.
mereka berpendar dalam kelopak mataku.
dengan sayap tajam yang lekat menatapmu.
kupu kupu pemalu yang bangun dari sendu.
terusik dalam sorot matamu yang menggantungi diamku.
Jumat, 04 Mei 2012
reuni patah hati
sendu mana yang kau pilih untuk kau obati,
suram mana yang kau pilih untuk kau bungkus rapi,
tuan pematah janji?
koma
aku tidak suka koma dengan ekor menggantung yang mengisi spasi diantara kita.
seperti kalimat yang tak ingin kau selesaikan,
kau ulur panjang lalu kau tancapkan kembali sebagai batas dalam jabat kita.
ini adalah kalimat yang tidak akan kau titikkan,
bersamaku.
hanya dimulai dengan kata yang bersautan dan berjejal tak teratur,
lalu kau gantung kembali dengan koma,
tanpa titik.
lalu aku menjadi baris kata yang tak ada akhir.
berdiri diantara spasi.
menunggu titik yang bersembunyi dalam jutaan koma, dalam panggung kita.
seperti kalimat yang tak ingin kau selesaikan,
kau ulur panjang lalu kau tancapkan kembali sebagai batas dalam jabat kita.
ini adalah kalimat yang tidak akan kau titikkan,
bersamaku.
hanya dimulai dengan kata yang bersautan dan berjejal tak teratur,
lalu kau gantung kembali dengan koma,
tanpa titik.
lalu aku menjadi baris kata yang tak ada akhir.
berdiri diantara spasi.
menunggu titik yang bersembunyi dalam jutaan koma, dalam panggung kita.
Langganan:
Postingan (Atom)

